Dunia Pendidikan Kita

Ketika saya jalan-jalan ke negeri tetangga, banyak hal yang ingin saya paparkan sehubungan negeri itu mirip banget dengan negeri kita tercinta ini. Mirip dari segalanya, dan saya ingin berbagi kepada Anda khusus di dunia pendidikannya yang terjadi saat ini. Kebijakan pemerintah sebuah negeri sangatlah berpengaruh ke masa datang negeri itu, apapun itu. Dunia pendidikanpun sama halnya, apalagi dunia ini sebagai pondasi bagi generasi-generasi penerus untuk memimpin dan memajukan negerinya, maju mudurnya sebuah negeri tergantung dari dasar atau akar pendidikan, hal ini diibaratkan seperti sebuah pohon yang tumbuh di sebuah tanah, kokoh tidaknya pohon itu nanti tergantung dari kekuatan akar-akarnya yang mencengkram bumi....


Mimpi bolehlah untuk sekedar mimpi, tapi jangan setiap mimpi dibawa ke alam nyata, karena berbeda dimensi, mungkin saja mimpi itu walaupun indah dan sangat diharapkan jika dimensi kita tak memungkinkan biarkanlah mimpi itu tetap dalam dimensinya, biarkanlah dia menghiasi dunianya. Begitulah yang terjatadi di negeri itu. Negeri Alam Mimpi.

Negeri Alam Mimpi saat ini anak-anak sekolahnya lagi sibuk-sibuk mempersiapkan diri untuk mengahadapi ujian akhir yang kalau di Negeri kita disebutnya dengan UAN/UAS. Tapi yang anehnya yang paling sibuk dan stress adalah para Guru-gurunya. Kenapa hal itu terjadi? benak saya pasaran juga untuk lebih dalam mengetahui sebabnya.
Lirik sini lirik sana, tanya sini tanya sana akhirnya ketemu juga penyebabnya, ternyata semua itu sumbernya ya dari kebijakan Pemerintahnya tentang ketentuan undang-undang pendidikan yang menetapkan batasan minimal kelulusan siswa yang terlalu tinggi sehingga para siswa jika betul-betul untuk mencapainya sangatlah tidak mungkin.

Apa benar Kebijakan Pemerintah yang bermimpi? atau sebaliknya ? Sebenarnya kebijakan itu sangatlah wajar jika kita jujur, karena itu tadi bahwa untuk menciptakan generasi yang kuat dan kokoh diperlukan tunas-tunas bangsa yang berkualitas, sebagaimana sebuah pohon itu. Wajar jika pemerintah ingin mengetahui kualitas seluruh tunas-tunas bangsa tanah airnya dengan meerapkan aturan itu, dan ingin pula mengetahui apakah para rakyatnya jujur-jujur? he....he....he.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar