Wajah Kita

"Hore....rame euy...rame euy...." tepuk tangan gemuruh sambil sorak sorai..
Hal ini sering terjadi pada setiap kegiatan rapat, seminar, atau yang lainnya yang bersipat banyak orang, tentunya di bagian paling belakang...disanalah tempat yang paling nyaman untuk para peserta yang hobi bergurau atau hareureuy...kebetulan sayapun ikut di bagian itu, karena kesiangan...


Ngantuk, haus, lapar...kesal...dan rasa lainnya yang membosankan, bosan mendengar masalah-masaalah itu juga, diputar dibalik dibolak balik, entah berapa kali saya mendengar teori-teori yang selalu berubah dan berubah, sementara pelaksanaannya nol..besar..

Itulah wajah kita yang ahli jadi komentator tapi untuk jadi seorang pemain selalu paling belakang, saling dorong dorong...sok kamu aja duluan...biar nanti saya nyusul...sok aja saya doa-in...dan kata-kata lainnya yang senada


Halloo Mas Puji.. gimana kabarnya?
Hebat bener euy dengan penampilanmu yang elegant berjubah putih dengan kalung tasbih yang besar kaya saolin, di usiamu yang semakin mantap dapat bersanding dengan seorang putri di bawah umur....bener-bener kagum...wah..wah...

Itulah lontaran-lontaran yang ditujukan dari orang-orang yang tidak setuju dengan sikap mas Puji itu, sampai-sampai Kak Seto pun mengunjunginya agar sang putri dikembalikan kepada orang tuanya.

Saya sebagai manusia awam yang kurung batok, nggak habis pikir, ada apa dibalik semua itu, apa Mas Puji punya sesuatu yang disembunyikan, maksuddnya tujuan tertentu yang orang lain nggak bisa tahu, sebab saya melihat sosok Mas yang berpenampilan Kiai Ustadz dan yang pasti ngerti banget tentang norma-norma, baik agama itu mah piraku...ataupun masalah-masalah lain, beliau pasti tahu dan memahami...

Ya..beginilah nasib orang bodoh kaya saya ini, tapi kalau nggak salah mah secara hukum agama Islam tentang pernikahan ini, jika usia mempelai wanita 11 tahun mah diperbolehkan, sebab kalau nggak salah mah Rosululloh SAW. menurut informasi yang saya dengar waktu nikah dengan Siti A'isyah kurang lebih 6 tahunan.

Atau apakah karena dasar itu Mas Puji berani melakukannya? atau ...apa...ya..???

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar