Mengenal Ubur-Ubur dan Sengatannya

Sengatan ubur-ubur adalah gangguan umum untuk perenang dan penyelam. Dengan tentakel yang berisi ribuan sengatan berduri kecil, ubur-ubur yang ditemukan di semua samudra dunia berpotensi menyerang manusia. Sengatan ubur-ubur berkisar dari ringan sampai parah.

Beberapa ubur-ubur yang sangat beracun dan bahkan sengatan kecil dapat menyebabkan sakit parah dan iritasi, sedangkan ubur-ubur lainnya tidak berbahaya bagi manusia. Kebanyakan sengatan ubur-ubur dapat dirawat dengan pertolongan pertama, tapi beberapa jenis sengatan ubur-ubur dapat lebih parah dan memerlukan perawatan medis. Dalam kasus yang jarang, sengatan ubur-ubur yang luas atau dari spesies tertentu ubur-ubur dapat mengancam jiwa.


Wikipedia menyebutkan, Ubur-ubur merupakan sejenis binatang laut yang termasuk dalam kelas Scyphozoa. Tubuhnya berbentuk payung berumbai, dapat membuat gatal pada kulit bila tersentuh. Tercatat ada sekira 1.800 jenis ubur-ubur.
Jenis ubur-ubur yang paling berbahaya adalah dari kelompok Cubozoa. Sengatan tentakelnya bisa menimbulkan kematian. Ubur-ubur yang paling mematikan dari kelompok ini adalah ubur-ubur Irukandji, yang ukurannya kecil. Ubur-ubur ini hidup di sekitar pantai Australia.

Gejala
Sengatan ubur-ubur dapat menyebabkan:

  • Sensasi terbakar
  • Menyakitkan tanda atau garis merah yang berkembang setelah beberapa menit sampai beberapa jam 
  • Gatal
  • Kesemutan dan mati rasa 
  • Lepuh 
  • Cekot yang dapat memancarkan sebuah kaki atau lengan ke dada
Iritasi ringan hingga sedang di kulit biasanya membaik dalam waktu satu hingga dua minggu. Dalam beberapa kasus, tanda-tanda pada kulit mungkin makan waktu satu sampai dua bulan.


Sengatan ubur-ubur yang parah dapat mempengaruhi seluruh tubuh (reaksi sistemik).

Tanda dan gejala sengatan ubur-ubur yang parah:

  • Mual
  • Muntah 
  • Sakit kepala 
  • Kejang otot 
  • Kelemahan
  • Kesulitan mengendalikan gerakan otot 
  • Pusing 
  • Demam
Cara mengatasi sengatan ubur-ubur

Setelah merasakan tersengat ubur-ubur segeralah tentakel dibersihkan dengan cara dicuci dengan air laut di pantai saat itu juga. Pada saat membersihkan area yang terkena sengatan ubur-ubur jangan menggosok dengan menggunakan tangan telanjang, karena terkadang ubur-ubur meninggalkan sisa tentakel pada permukaan kulit sehingga lebih baik gunakan benda dengan permukaan yang agak keras misalnya kartu ATM atau sejenisnya.

Segeralah ke bibir pantai untuk mencari pertolongan. Segera ikat daerah yang terkena sengatan dengan kain atau alat/bahan seadanya untuk menyumbat aliran darah agar racun tidak tersebar luas ke tubuh, lalu bilas daerah sengatan dengan cuka (cairan asam) untuk menetralkan sengatan di kulit. Kompres daerah yang terkena sengatan ubur-ubur tersebut dengan air panas. Segeralah minum kopi susu sangat panas dengan gula yang lebih (nasehat penduduk sekitar pantai) dan minum air kelapa untuk meminimalisir racun di dalam tubuh. Istirahatlah, dan tahanlah rasa sakit yang Anda rasakan. Paling tidak rasa sakit yang berlebihan akan turun setelah kira-kira 1 jam. Teman Anda harus memberi semangat agar teman Anda yang sedang kesakitan tetap bertahan dan tidak pingsan. Untuk meminimalisir, berjemurlah di paparan sinar matahari dan oleskan minyak yang panas. Misalnya Gandapura atau minyak Cap Kapak.

Obat Alami Sengatan Ubur-ubur
Bahan-bahan :
Cabai rawit, minyak, dan jahe. 

Cara mengolah: 
Tumbuk atau diblender semua bahan hingga kental seperti lumpur.

Cara memakai ramuan:
Oleskan sedikit saja pada bagian yang disengat, insya Allah setelah sekitar lima belas menit, efek panasnya akan menghilang sendiri. Ramuan obat tradisional ini terbukti ampuh untuk meredakan panas dan kulit yang mengeras akibat sengatan ubur-ubur biru yang sering merapat ke pantai dan menyerang wisatawan yang nekat mandi atau berenang.

Untuk mengobati sesak napas yang terkadang dialami korban sengatan, berikan minuman kopi atau teh panas. Tapi sebelum kami memberi kopi, tanya dulu apakah korban punya riwayat penyakit asma atau jantung agar kopi yang diminum tidak justru memperparah kondisinya.

dari FB KangTedi dan berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar